Illustrator + Writter + Visual dakwah

Total Pageviews

Showing posts with label Galeri. Show all posts
Showing posts with label Galeri. Show all posts

Thursday, March 16, 2017

Abu al-Athiyah (sastrawan zaman abbasiyah)


Kali ini aku belajar mengilustrasikan puisinya Abu al-Athiyah (sastrawan zaman abbasiyah)
Adakah dirimu membuat dirimu lupa akan kematian, dan meminta hidup kekal di dunia ini.
Kau yakini kekalnya dunia ini, sedang ia adalah kumpulan yang berantakan
Kau berniat penuh hasrat untuk hidup kekal didalamnya
Tak ingatkah kau akan ayah dan ibu, yang dulu pernah ada, kini tlah tiada
Bisakah dunia ini kau jadikan pelajaran, bahwa maut pasti menjemput
Adakah orang yang terbebas dari kejaran maut, dan ia tetap hidup
Semua insan akan didatangi maut, jika tak siang hari, ia datang malam hari

Friday, February 24, 2017

Mewaktu


Kau belum kan tidur? 
Aku juga sebenarnya.
Sudah malam; kaubilang ikan tidur dan beri tahu aku, 
terdengar suara ayam: “tuing.”
 Kau mewaktu.
Sekarang pejamkan matamu.
 Jangan takut, aku tidak akan menyentuhmu.
Bila sudah, sekarang,
 ucapkanlah; “Kaf Ha Ya ,Ain Sad.” 
Setelah itu, matamu—bukalah.
Aku berada di sampingmu. 
Aku tahu tak kau melihatku. 
Tapi kau merasakannya kan. 
Dan Kau mewaktu.
 “Kaf Ha Ya ,Ain Sad.” Tahu tidak? 
Setelah kedua kalinya kaubaca, 
Aku akan selamanya di sisimu—berada.
Aku mewaktu.

Thursday, January 26, 2017

Kerlip



KERLIP 
kenapa selalu kau menyimpan kenang kenapa kau melakukannya selalu kenapa tidak kau biarkannya terbang bergelantung di langit kenapa kau memasukkannya dalam botol kenapa sinarnya kaumatikan 
kenapa selalu kau mengingat kenangan kenapa tidak kau lupakannya kenapa ingin selalu kau menangkapnya  mengurung hingga murung redup kenapa selalu melakukannya kau?  
Puisi oleh :Alanhanafi

Monday, January 16, 2017

Menikah, bersabarlah







tulisan ini saya copas darifacebooknya Queen Sharia
cocok juga buat orang yang sibuk kali nyuruh orang lain untuk nikah, update status nyuruh nikah 😰😰😰
.
Rasanya, para 'kompor nikah' itu tak tahu efek samping dari apa yg dipropagandakannya.
.
Mari sini, kukabarkan sebuah berita.
Berita tentang segerombol anak muda yg setujui bahwa pacaran itu diharamkan dalam agamanya TAPI mereka masih berani bersajak tentang luahan hatinya, tentang calon imamnya.
Mencintai dalam diam katanya, tapi signal2 virus merah jambu terpampang jelas dalam gubahannya.
.
Bukankah diam itu tak membahasakan? Mengapa memamerkan rasa pada khalayak dgn berbagai kias?
Takut pada Sang Pencipta dalihnya, tapi lebih sering melafazhkan nama dia yg dicinta daripada Dia yg mencipta rasa cinta.
Inilah hasil kompor2 kalian yg lupa memberikan pendidikan tersuratnya. Fokus menceritakan kisah cinta indah dalam berumahtangga.
.
Memang, tujuan kalian baik tentu saja. Ingin membuat kawula muda berhenti dari kegiatan pacaran dan agar segera menghalalkan hubungannya,begitu kan maksudnya?
Tapi janganlah kalian lupa, anak muda itu rentan memikirkan yg indah2 saja. Lupa bahwa realita hidup tak harus berakhir indah seperti cerita telenovela.
.
Kami memerlukan edukasi yg tidak membuat kami kebelet nikah tapi edukasi itu justru membuat kami berpikir jernih tentang pernikahan seperti apa yg sesuai dgn perintahNya.
Ayolah, berhenti membuat kaum jomblo ngenes karena kesendiriannya. Berhenti membully orang2 yg tidak seberuntung kalian.
.
Sebab jika mereka nekat menikah, mengambil keputusan untuk meraih berita2 indah hasil kompor kalian, bukannya berbuah sakinah, bisa jadi justru berakhir musibah.
Jadi sepakat yaa tak ada pertanyaan kapan menikah dengan nada kompor?
.
Edukasi boleh, tapi propaganda jangan
Ini terinspirasi dari status galau para jilbabers
di beranda

Thursday, August 4, 2016

Pamit


  
Illustration By Ihdizein

Pamit dari dakwah, menilisik untuk berbenah meninggalkan dakwah itu perkara gampang. Kita tinggal sedikit demi sedikit menjauhinya saja, tidak aktif lagi tanpa pemberitahuan, tidak merespon saat dihubungi, bersikap masa bodoh terhadap aktivitas, tidak datang saat diundang,sembunyi ketika dimobilisasi. 
Teggelam dalam aktivitas yang memuaskan diri. Dengan cara demikian lambat laun kita akan meninggalkan atau barang kali lebih tepatnya di tinggalkan oleh dakwah. Gampang sekali. Tapi apa manfaatnya bagi kita mengambil sikap demikian? 
Benar, Pamit dari dakwah itu perkara yang mudah.Tapi saya sangat yakin jauh lebih mudah bagi Allah untuk mencari pengganti yang lebih baik dari mereka yang memutuskan untuk "pamit" dari dakwah. 
Para pengganti itu akan menggerakkan dakwah jauh lebih ikhlas dan bersemangat. Dakwah akan terus berjalan ada ataupun tanpa kita. 
Dakwah memang tidak memberi tumpukan harta. Bahkan bisa jadi kitalah yang mesti menyisihkan dari yang Allah karuniakan pada kita untuk menggerakkan dakwah. Tapi disanalah kita menemukan makna yang indah. Kita terlibat dalan dakwah bukan untuk memperoleh harta berlimpah tapi ridho Allah.  
Sehingga dengannya hidup kita bertabur berkah. Sekiranya kita memilih masa bodoh dan Pamit dari dakwah,sungguh ada satu hal yang dikhawatirkan dicabutnya barakah dari hidup kita,direnggutnya rasa qanaah terhadap harta dari diri kita.
Semakin dikejar,rasa puas tak pernah terpenuhi. Hari-hari ini ketika waktu istirahat bagi sejumlah ikhwah terasa amat singkat,kita sungguh merasa malu.Sebagian dari kita masih bersantai bahkan membiarkan diri dalam lalai.Ya,ada..banyak diantara kita termasuk saya yang lebih butuh nasihat.Semoga Allah jadikan kita generasi yang kokoh dalam dakwah sampai khusnul khatimah. 
By : Ust.Dwi Budiyanto
 

Sunday, December 27, 2015

KRITIK DESAIN POSTER SELAMAT IDUL FITRI GUDANG GARAM


sumber : gudang garam

1. DESKRIPSI :
Desain poster ucapan selamat ramadhan RT. GUDANG GARAM Tbk Poster ini dibuat dalam rangkaa memperingati Idul Fitri 1435 H.Dapat dilihat terdapat copywritter "Karena Dihaapan-NYA Kita Semua adaalah Sama". Font yang digunakan bertipe sansserif denagn warna silver. Kemudian sosok seseorang yang sedang berjalan memasuki sebuah gedung. dari bentuk arsitekturnya merupakan bangunan masjid. Dibagian bawah terdapat beragam alas kaki sandal dan sepatu. Kemudian ada logo gudang garam. Latar pencahayaanya menggambarkan suasana saat maghrib.  menggunakan teknik digital imaging yaitu menggabungkan beberapa photo menjadi sebuah satu kesatuan dengan software adobe photosop.


2. ANALISIS FORMAL:  
Unsur-unsur desain 
unsur desain yang dapat dilihat dalam poster ini berupa font type sant serif dimana sant serif merupakan type font yang tidak berkaki. Gelap terang nampak pada suasana sore hari yang tergambar dalam poster. Bentuk-bentuk geometris banyak terdapat pada hiasan-hiasan dinding masjid. Warna yang digunakan berupa warna monokromatik dan  dinominasi warna orange.




Prinsip-prinsip desain:
Prinsip irama pada poster dapat dilihat pada susunan alas kaki. Irama berupa irama alternatif yang merupakan perulangan unsur scara bergantian sehingga tidak berkesan tidak menjemukan. Prinsip dominasi  di tunjukan lewat perbedaan warna. Letak dominasinya ada pada teks yang bertuliskan karena dihadapan-NYA kita semua sama. Komposisi menggunakan ROT atau rule of third dimana mambagi karya poster menjadi 3/3 bagian.

3. INTERPRETASI:
Dilihat dari tagline karena dihadap-NYA kita semua sama. Poster ini mengingatkan publik yang melihat poster ini bahwa dihadapan Tuhan manusia adalah sama, tidak ada diferensiasi  apapun baik kelas, status maupun jabatan. Hal itu juga ditegaskan dengan beragam illustrasi alas kaki. Illustrasi alas kaki seakan dibuat beragam sesuai dengan kelas yang ada pada masyarkat. Dimana sepatu berwarna coklat yang mempunyai kesan mewah dan klasik utuk golongan atas, sandal dari kayu  untuk golongan bawah, sandal jepit untuk berbagai golongan dan sepatu cats yang biasanya dipakai oleh pelajar. Beragam alas kaki yang menyimbolkan bermacam tingkat status yang ada pada masyarakat tersusun rapih pada tangga masjid untuk sebuah pesan kesetaraan antara  manusia satu dengan yang lainya dihapan Allah SWT.

4. EVALUASI:
Evaluasi untuk sebuah poster yang tujuanya digunakan di saat menyambut Idul Fitri. pesan yang terkandung didalamnya masih kurang sesuai dengan tema ramadahan. Juga type poster dengan second meaning ini masih kurang universal untuk menjangkau target masyarakat indonesia yang lebih cendrung lebih mudah untuk menangkap pesan secara langsung.


ihdizein. Powered by Blogger.